Rabu, 01 Juli 2015

Penyakit Menular Seksual ini Harus Anda Ketahui


Mengetahui Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual umumnya terjadi pada satu orang ke orang lainnya ketika mereka melakukan hubungan seksual tanpa pengaman. Atau secara sederhananya mereka melakukan kontak kelamin secara langsung.

Anda bisa melakukan antisipasi dengan cara melakukan pengecekan kesehatan seksual Anda, apakah Anda terkena Penyakit Menular Seksual atau tidak. Anda bisa mendatangi klinik kesehatan seksual terdekat dan cari tahu tentang Penyakit Menular Seksual dan cara penyebarannya.

7 Jenis Penyakit Menular Seksual yang Harus Diketahui

Berbagai macam jenis penyakit menular seksual sudah banyak diketahui. Mulai dari penayakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri maupun penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus. Untuk mengetahuinya, berikut ini 7 jenis penyakit menular seksual yang umum terjadi di masyarakat sebagai berikut:

1. Klamidia

Klamidia adalah salah satu penyakit menular seksual yang sangat umum disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini lebih sering menyerang dan merusak organ reproduksi wanita, meski tidak menutup kemungkinan pria pun juga bisa tertular.

Klamidia merupakan Penyakit Menular Seksual yang paling umum terjadi di Inggris dan penyakit ini sangat mudah berpindah inang (menular) selama aktifitas seksual.

Penularan Penyakit Menular Seksual yang satu ini bisa terjadi melalui kontak mulut, vagina, penis, atau anus ketika sedang melakukan aktifitas seksual.

Kebanyakan penderitanya tidak akan menyadari gejala gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini, sehingga mereka tidak akan khawatir kalau telah terinfeksi.
  • Pada wanita, Klamidia bisa menyebabkan rasa sakit atau seperti sensasi terbakar ketika buang air kecil, keputihan, dan sakit di abdomen (perut bagian bawah) selama atau setelah melakukan seks.
  • Pada Pria, Klamidia bisa menyebabkan rasa sakit atau seperti sensasi terbakar ketika kencing, keluar cairan dari ujung penis (kental maupun encer), dan rasa sakit atau nyeri pada testis.
Mendiagnosis Klamidia dilakukan dengan cara mengetes urin atau menyeka daerah yang terinfeksi. Infeksi Klamidia dengan mudah bisa disembuhkan menggunakan antibiotik. Namun hal ini bisa menimbulkan permasalahan jangka panjang yang serius, jika tidak sepenuhnya tersembuhkan, temasuk kemandulan.

2. Kutil Kelamin

Kutil Kelamin merupakan salah satu Penyakit Menular Seksual yang paling umum. Penyakit Menular Seksual ini terjadi karena infeksi Human papillomavirus (HPV). Cirinya adalah tumbuh daging kecil, benjolan atau perubahan kulit yang muncul di atau sekitar alat kelamin maupun anus.

Kutil ini biasanya tidak menyebabkan rasa sakit, namun Anda mungkin merasakan gatal dan kulit yang memerah di sekitar kelamin. Dan terkadang hal tersebut bisa menyebabkan pendarahan.

Penyebaran Penyakit Menular ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti:
  • Melakukan hubungan seksual tanpa pelindung,
  • Melakukan hubungan seksual dengan seseorang dengan riwayat seksual yang tidak jelas,
  • Aktif secara seksual sejak remaja,
  • Penggunaan sex toys yang sebelumnya telah terpapar virus tersebut.
Kutil Kelamin merupakan Penyakit Menular Seksual yang cukup mudah untuk didiagnosis secara kasat mata oleh dokter. Namun jika kutil tersebut tumbuh pada bagian yang sulit dijangkau mata, seperti bagian dalam vagina, uretra, atau anus, dokter kemungkinan harus menggunakan alat-alat khusus seperti spekulum dan proktoskop.

Beberapa penanganan bisa dilakukan untuk mengobati kutil kelamin ini, seperti penggunaan cream dan membekukan kutil tersebut (cryotherapy).

3. Herpes Genitalis

Berdasarkan Wikipedia.org,
Herpes Genitalis adalah infeksi yang disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (terutama HSV=Herpes Simplex Virus type II), ditandai dengan timbulnya vesikula (peninggian kulit berbatas tegas dengan diameter kurang dari 1 cm dan dapat pecah menimbulkan infeksi seperti koreng kecil) pada permukaan mukosa kulit (mukokutaneus), bergerombol di atas dasar kulit yang berwarna kemerahan.
Herpes Genitalis merupakan salah satu Penyakit Menular Seksual yang disebabkan oleh virus HSV, yang mana virus tersebut juga bisa menyebabkan terjadinya luka dingin (demam lepuh).

Beberapa orang yang terpapar virus HSV akan mengalami gejala gejala dari virus tersebut beberapa hari setelah melakukan kontak langsung. Luka kecil seperti melepuh dan menyakitkan yang biasanya muncul bisa menyebabkan gatal-gatal atau bahkan menjadi sangat menyakitkan ketika sedang buang air kecil.

Setelah terinfeksi, virus akan tetap pada masa dormannya (tidak aktif) untuk beberapa waktu. Namun bagaimanapun, beberapa hal tertentu bisa memicu virus tersebut untuk kembali aktif, sehingga luka lepuhan yang sebelumnya akan kembali muncul dan berkembang. Meskipun lepuhan lepuhan tersebut biasanya lebih kecil dan tidak terlalu menyakitkan.

Virus HSV akan lebih mudah didiagnosis jika kita mengetahui dan merasakan gejala gejala yang disebabkan oleh virus tersebut.

Meskipun belum ada obat yang mampu mengatasi Penyakit menular seksual yang satu ini secara tuntas, gejala-gejala yang terjadi masih bisa dikontrol menggunakan obat antivirus.

4. Gonorrhea

Gonorrhea merupakan salah satu penyakit menular seksual yang  disebabkan oleh bakteri yang bisa dengan sangat mudah menginfeksi seseorang selama dia melakukan aktifitas seksual. Sekitar 50% wanita dan 10% yang terinfeksi tidak mengalami dan merasakan gejala apapun yang membuat mereka tidak khawatir kalau telah terinfeksi.

Pada wanita, Gonorrhea bisa menyebabkan rasa sakit atau seperti sensasi terbakar ketika buang air kecil, keluar cairan di daerah vagina (biasanya encer dan berwarna kuning ataupun kehijauan), dan sakit di abdomen (perut bagian bawah) selama atau setelah melakukan seks.

Pada Pria, Gonorrhea bisa menyebabkan rasa sakit atau seperti sensasi terbakar ketika kencing, keluar cairan berwarna kuning atau kehijauan dari ujung penis, dan rasa sakit atau nyeri pada testis.

Selain itu, kemungkinan Gonorrhea juga bisa menginfeksi rektum (dubur), tenggorokan bahkan mata.
Penyakit Menular Seksual Gonorrhea didiagnosis dengan cara melakukan pengetesan terhadap urin atau dengan menyeka daerah yang terkena infeksi.

Infeksi Gonorrhea dengan mudah bisa disembuhkan dengan menggunakan antibiotik. Namun hal ini bisa menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang yang serius, jika tidak sepenuhnya tersembuhkan, temasuk kemandulan.

6. Sifilis

Sifilis merupakan salah satu Penyakit Menular Seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Penyakit Menular Seksual ini pada tahap awal menimbulkan rasa sakit yang tidak terlalu signifikan. Tapi hal tersebut akan menyebabkan kita sangat rentan mengalami infeksi, mengalami luka pada alat kelamin atau bahkan sekitar mulut. Luka tersebut bisa bertahan hingga 6 minggu sebelum benar benar menghilang.

Gejala sekunder –tahap lanjut– terjadinya sifilis adalah seperti ruam (kudis), penyakit semacam flu atau kerontokan rambut sedikit demi sedikit yang kemudian berkembang semakin banyak. Semua gejala sekunder ini akan menghilang dalam beberapa minggu, dan setelah nya akan mengalami fase gejala tersier.

Gejala sifilis akhir atau tersier –tahap akhir– biasanya terjadi setelah beberapa tahun. Pada tahap tersier ini, penyakit sifilis ini bisa menyebabkan kondisi yang sangat serius dari masalah kebutaan, kelumpuhan hingga masalah jantung.

Gejala gejala sifilis bisa sangat sulit untuk dikenali. Sebuah test darah sederhana biasanya bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit sifilis ini sudah sampai tahapan yang mana. Kondisi tersebut bisa disembuhkan dengan menggunakan antibiotik (biasanya suntikan penisilin).

Ketika penderita penyakit sifilis ditangani dengan baik, kemungkinan besar tahap akhir dari penyakit sifilis tersebut bisa dicegah.

7. HIV (Human Immunodeficiency Virus)

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi.
Jadi seperti itulah pengertian HIV berdasarkan Wikipedia.org.

Virus HIV lebih sering menular ketika melakukan aktifitas seksual tanpa pengaman. Selain dari aktifitas seksual, virus HIV juga bisa menular melalui alat alat yang sebelumnya telah terkontaminasi dengan darah penderita HIV. Seperti contohnya, penggunaan jarum suntik secara berulang yang sebelumnya telah digunakan oleh penderita HIV untuk menyuntikkan obat-obatan.

Virus HIV menyerang dan kemudian melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang, sehingga sistem kekebalan tubuh orang tersebut akan kesulitan melawan patogen patogen (infeksi dan penyakit) yang masuk.

Sampai sekarang ini belum ada obat yang bisa mengatasi virus HIV secara tuntas, namun ada perawatan yang memungkinkan kebanyakan penderita untuk hidup lebih lebih lama dan sehat.

AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi virus HIV, ketika saat itu tiba, tubuh akan sama sekali tidak bisa melawan infeksi patogen patogen yang masuk. Sehingga penderita akan mengalami komplikasi penyakit bermacam macam.

Kebanyakan orang yang terkena virus HIV terlihat dan merasa sehat sehat saja serta tidak memiliki gejala apapun. Ketika pertama kali virus HIV berkembang, penyakit seperti flu disertai demam, sakit tenggorokan atau ruam akan dialaminya.

Memeriksakan darah merupakan metode yang biasa digunakan untuk mengetahui apakah seseorang menderita HIV atau tidak. Beberapa klinik mungkin juga menawarkan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan sedikit sample darah dari tusukan dijari atau sample air liur.

Kesimpulan Tentang Penyakit Menular Seksual

Penyakit Menular Seksual adalah penyakit-penyakit yang dapat menginfeksi orang lain yang ditimbulkan dari aktifitas seksual yang tidak sehat. Dari penjelasan di atas akan dampak dan bahaya yang disebabkan dari Penyakit Menular Seksual, perlu adanya pencegahan dari setiap orang yang telah berhubungan seksual.

Untuk menghindari Penyakit Menular Seksual ini, bisa dilakukan pencegahan dengan cara sebagai berikut:
  1. Bersikap setia dengan pasangan,
  2. Memastikan jarum suntik yang kita pakai steril (ketika kita butuh untuk disuntik),
  3. Menjaga kesehatan organ intim,
  4. Memberikan penyuluhan akan bahayanya penyakit menular seksual,
  5. Memberitahukan akan arti pentingnya pencegahan penyakit menular seksual,
  6. Memberikan kesadaran akan arti pentingnya sikap setia,
  7. Memberikan kesadaran apa akibat bila berganti-ganti pasangan,
  8. Memberikan kesadaran apa akibat bila tidak bisa menjaga kebersihan organ intim.

Share this

0 Comment to "Penyakit Menular Seksual ini Harus Anda Ketahui"